Mandiri Proyeksikan Pertumbuhan Laba 20%

YOGYAKARTA (SI) – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menargetkan kenaikan laba bersih sebesar 20% pada 2010 dibandingkan tahun ini yang diprediksi melampaui Rp5 triliun.

Pertumbuhan laba bersih ini ditopang oleh kenaikan kredit dan pendapatan berbasis komisi (fee based income). EVP Coordinator Finance and Strategy Mandiri Pahala N Mansyuri mengatakan, perseroan optimistis bisa menaikkan angka kredit baru sebesar 20% dibandingkan tahun ini yang hanya sebesar 18%. ”Selain strategi tersebut laba juga akan kami dorong dengan perbaikan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) sehingga profitabilitas membaik. NPL yang membaik akan mengurangi pencadangan,” ujar Pahala di Yogyakarta kemarin.

Menurut Pahala, pada kuartal III/2009, kredit bermasalah Bank Mandiri secara nominal turun sebesar Rp1,1-1,2 triliun. Hal ini membuat total NPL menurun dari Rp8 triliun menjadi Rp7 triliun. ”Hasilnya, rasio dana pencadangan kita terhadap NPL turun signifikan,” tandasnya. Dia menambahkan dana pencadangan yang dilakukan perseroan pada tahun depan akan lebih kecil dibandingkan tahun ini sekitar Rp2,2 –2,3 triliun.

Sementara itu,Direktur Special Asset Management Bank Mandiri Abdul Rachman mengatakan, perseroan terus melakukan restrukturisasi terhadap para debitur, di antaranya PT Merpati Nusantara Airlines (MNA). Piutang yang direstrukturisasi senilai Rp162,9 miliar dan USD3 juta. ”Perjanjian restrukturisasi sudah disepakati dan tahun depan mudah-mudahan sudah selesai,”katanya. Dia melanjutkan untuk debitor lainnya, yaitu PT Dewata Royal, saat ini dalam proses pailit dan sekarang sedang dalam proses penjualan. Sedangkan Djajanti Group saat ini sudah ada yang dipailitkan, sisanya sedang dilakukan penjualan.

Kewajiban yang harus dilunasi Djajanti Group per September 2009, yaitu sebesar USD120,31 juta. ”Untuk Djajanti Group saat ini sedang menunggu proses pengadilan,” ujarnya. Adapun Domba Mas Group, yang memiliki utang terhadap Deutsche Bank, Credit Suisse dan Bank Mandiri sebesar USD500 juta,saat ini satu konsorsium asing dan lokal dipimpin oleh PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk (UNSP) berminat membeli 100% saham PT Domba Agro Mas milik Domba Mas Group. ”Saat ini konsorsium tersebut sudah melakukan due diligencedan sedang melakukan negosiasi dengan seluruh kreditor untuk bisa merealisasikan rencana tersebut,” ungkap Rahman.

Menurut dia, melalui pelepasan aset tersebut,diharapkan seluruh kewajiban Domba Mas kepada Bank Mandiri sebesar USD200 juta dan utang lainnya kepada kreditur asing bisa dilunasi.” Kami berharap transaksi ini bisa diselesaikan tahun ini,” tegasnya. (rakhmat baihaqi)

Kaitkata:

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.